Seandainya saya terpilih menjadi Menteri Luar Negeri atau Miss Universe, mungkin hal yang pertamakali saya banggakan tentang Indonesia adalah keunikannya. Bukan tentang sarung, ribuan pulau yang masih hijau, Bali, gamelan, wayang; tapi tentang masuk angin.

cold_womanWhat? Enter Wind? Ya, akan saya jelaskan panjang lebar bahwa masuk angin dengan gejala badan pegal-pegal, kepala pusing, kembung dan pengobatan kerik hanya ada di Indonesia.

Saya sendiri sejak kecil cukup dipaksa berteman akrab dengan kerik. Setiap kali kedinginan, pegal-pegal, demam, batuk pilek dengan senang hati ibu saya menyiapkan uang logam 100 jaman dulu (yang masih tebal segede gaban, biasanya disebut juga dengan cepe-an bagong) dan sebagai pelicinnya menggunakan balsem atau apalah yang lengket-lengket semriwing itu. Kalau sudah begitu harus minimal 2 orang yang memegangi kaki dan tangan saya seperti tahanan disiksa, kalau tidak saya bisa ngacir. Untungnya semakin bertambahnya usia, tidak ada lagi yang memaksa saya untuk kerik-an, hehe. Jadi biasanya saya hanya minum obat-obatan oral saja.

Sekedar ingin tahu, saya mencari tahu apa sih sebenarnya masuk angin itu?

Ternyata begini ceritanya. Perubahan suhu sekitar atau kurang sehatnya tubuh akan mengakibatkan penyempitan pembuluh darah sehingga menyebabkan terhambatnya kalori dari dalam tubuh. Akibatnya peredaran darah di tubuh menjadi tidak lancar dan metabolisme tubuh pun terganggu. Hal ini yang membuat kita merasa pegal-pegal dan tidak enak badan.

Selain itu, penyempitan pembuluh darah itu juga mengganggu gerak peristaltik saluran cerna. Akibatnya gas yang ada disaluran cerna tertampung yang menyebabkan rasa kembung. Nah, kalau sudah begini biasanya orang suka mengerik supaya “anginnya keluar”.

Kontroversi tentang kerik sampai sekarang masih dipertanyakan, ada yang bilang bagus karena dengan mengerik akan menghangatkan badan dan mengeluarkan zat sejenis morfin tapi yang alami diproduksi oleh tubuh. Sehingga jauh lebih aman jika dibandingkan mengkonsumsi obat anti sakit. Ada juga pendapat yang menentang aksi kerik ini, karena sebenarnya mengerik adalah memecahkan kapiler-kapiler darah sehingga melebar dan merasa enak tapi tubuh kita menjadi rusak.

Oya, di negara kita tercinta ini juga memproduksi jamu yang bisa ‘membablaskan angin’, kandungan alami seperti jahe, daun mint dan madu tersebut sebenarnya berfungsi untuk mengeluarkan udara di saluran pencernaan. Sepertinya ini merupakan pilihan yang terbaik atau lebih tepat, untuk orang-orang yang takut dikerik.

[Twentea]