Tradisi makan bersama dalam keluarga berdampak positif terhadap kebiasaan makan seorang anak. Itu kesimpulan studi para peneliti Universitas Minnesota, AS. Studi yang dimuat dalam Journal of Nutrition Education and Behaviour itu melibatkan 677 anak-anak.
Mereka diminta mengisi kuesioner tentang kebiasaan makan saat mereka berada dalam masa pra dan awal remaja. Lima tahun kemudian, para peneliti kembali mengedarkan kuesioner tersebut.
Hasil studi menunjukkan anak-anak dari keluarga yang sedikitnya makan bersama lima kali dalam sepekan, cenderung memiliki kebiasaan makan yang sehat. Berarti mereka melahap lebih banyak sayuran, serta makanan kaya kalsium, serat, dan gizi-gizi penting lainnya.
“Temuan-temuan dari analisis ini menegaskan bahwa jamuan rutin keluarga mempunyai keuntungan gizi jangka panjang,” ungkap Teri L. Burgess-Campoux, peneliti dan ahli gizi di universitas tersebut.
disadur dari ‘Pause’ Media Indonesia




(4.00 out of 5)
Greatings, Thank you! I would now go on this blog every day!
April 16th, 2009