MENGAJARKAN anak membuang sampah ke tempatnya merupakan cara membiasakan mereka untuk hidup bersih. Jika diajarkan sejak dini, anak akan terbiasa menjaga lingkungannya bersih.

Mengajarkan kebersihan dan merawat diri menjadi bagian yang harus diajarkan oleh orangtua dalam masa pertumbuhan anak. Seperti saat anak mulai mengikuti kebiasaan orangtua untuk bersolek, berdandan, menggunakan perhiasan, itu menjadi satu bagian yang mungkin sering terjadi pada anak-anak kita di masa pertumbuhan mereka.

“Anak-anak sebaiknya diajarkan untuk merawat diri sejak usia 2 tahun, yaitu di saat dia memasuki tahap kanak-kanak dini,” ujar psikolog dari I Love My Psychologist, Dra Heryanti Satyadi MSi.

Heryanti menuturkan, sebaiknya di rumah disediakan tempat untuk merawat diri, misalnya kamar mandi untuk membersihkan diri atau meja rias untuk berdandan.

“Tujuannya agar mereka terbiasa merawat diri demi kebersihan dan penampilan yang menyenangkan agar mereka dapat diterima di lingkungan sosial dengan baik,” tandasnya.

Sebaiknya jika anak menolak saat diajarkan, jelas Heryanti, jangan dipaksa, tapi diberi pengertian tentang keuntungan merawat diri. Dijelaskan kepada mereka bahwa tubuh dan penampilan mereka perlu dirawat agar dapat tampil sehat dan menyenangkan. “Orangtua sebaiknya memberi contoh kepada anak-anaknya dengan tampil bersih di depan mereka,” ucapnya.

Sebaiknya membiasakan anak merawat dirinya sejak usia 2 tahun, namun jangan terlalu memaksa secara berlebih-lebihan sehingga menimbulkan kecemasan pada penampilan.

“Sebaiknya membiasakan anak untuk merawat diri sejak masih kecil, bisa dilakukan dengan memandikannya secara teratur, membersihkan wajah dan tangannya sehabis makan, menyisir rambut sehabis mandi, berpakaian yang serasi, dan jangan lupa memuji penampilannya,” pesannya.

Dalam merawat diri sekaligus menjaga kebersihan, salah satunya bisa dilakukan dengan menyikat gigi secara teratur saat mandi pagi, sore, dan sebelum tidur. Menyikat gigi merupakan suatu kebiasaan yang tidak bisa ditinggalkan saat melakukan ritual mandi.

Psikolog anak, Fabiola Priscilla Setiawan MPsi menuturkan, untuk menerapkan kebiasaan hidup bersih pada anak, dibutuhkan teknik tersendiri dan cara yang paling utama adalah dengan menciptakan lingkungan, keadaan, dan kegiatan yang menyenangkan bagi si anak.

Termasuk dalam hal merawat diri yang nantinya akan menjadi bekal anak saat tumbuh dewasa. “Ajarkan merawat diri dan menjaga kebersihan dengan cara yang menyenangkan,” ucap psikolog yang akrab disapa Feby di acara peluncuran kampanye “Sikat Gigi Pagi dan Malam” yang diadakan oleh Pepsodent di KidZania, pekan lalu.

Feby menuturkan bahwa menerapkan kebiasaan menyikat gigi pada anak dengan cara yang inspiratif dan menyenangkan untuk menjadi kebutuhan yang harus dilakukan minimal dua kali sehari, sangatlah penting.

“Cara menggosok gigi yang tepat saat siang dan malam pun bisa dilakukan dengan menggunakan memo kecil yang mengingatkan anak untuk rajin sikat gigi,” jelas psikolog yang mengajar di Fakultas Psikologi Universitas Atmajaya, Jakarta ini.

Dijelaskan Feby, catatan kecil itu bisa berupa papan yang berisi hari dan tanggal, berapa kali anak menggosok giginya, dan jika anak sudah sesuai dengan target yaitu menyikat gigi di waktu yang tepat, maka tidak ada salahnya bagi orangtua untuk memberikan hadiah apa yang diinginkan anak.

“Saat kita meminta anak untuk memenuhi aturan, ada baiknya peraturan dibuat oleh kedua pihak, yaitu orangtua dan anak, agar mereka lebih fun menjalankannya,” tutur psikolog yang berpraktik di LPT (Lembaga Psikologi Terapan) Universitas Indonesia.

Pakar kesehatan gigi dan mulut dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia Drg Armasastra Bahar PhD menuturkan, merawat kebersihan yang di antaranya merawat gigi anak, bisa dilakukan sejak anak masih bayi.

“Orangtua hanya menyiapkan alat berupa sikat yang menempel pada tangan atau kain kasa untuk merawat gigi bayi. Dengan membersihkan sisa susu yang menempel di bagian gusinya,” ujarnya.

Bahar menyarankan, selain melakukan perawatan, para orangtua hendaknya membiasakan mengontrol gigi anak ke dokter gigi. Karena dengan melakukan hal tersebut, selain membiasakan kontrol gigi pada anak sejak dini, anak pun mendapat jaminan kesehatan gigi.

[okezone]